Jumat, 06 Mei 2016

Tugas PKn
Nama               :           Nicolaus Simon
Kelas               :           1MA03
NPM               :           15815054
Dosen              :           Ahmad Fatoni

Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE, MM (Ketua MPR)

1             1.      Ketuhana Yang Maha Esa
            TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, didampingi perwakilan fraksi dan DPD di MPR melakukan kunjungan resmi ke negara Takhta Suci Vatikan.‎ Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli didampingi Ketua Fraksi PAN di MPR, Alimin Abdullah; Ketua Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding; Ketua Kelompok DPD, John Pieris; Wakil Ketua Komisi III Mulfachri Harahap; dan Sekjen MPR, Ma'ruf Cahyono.
            Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat upaya Indonesia dan Vatikan dalam mempromosikan dialog antarumat beragama (interfaith dialogue). Dalam kunjungan yang juga disertai Dubes RI untuk Takhta Suci, A Agus Sriyono, delegasi MPR RI diterima oleh Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama Kardinal Jean-Louis Tauran.
Mengawali pertemuan, Ketua MPR RI Zulkifli Hasanmengungkapkan dan memaparkan seputar kehidupan serta kerukunan antarumat beragama di Indonesia yang dilandasi prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
            Kepada Kardinal Tauran, Zulkifli Hasan mengatakan, Indonesia cukup berhasil mempertahankan kerukunan antarumat beragama sampai saat ini, meskipun masih ada ‘riak-riak intoleransi’. "Pemilihan ataupun penunjukan pejabat publik di Indonesia tidak memprasyaratkan latar belakang agama seseorang. Hal ini disebabkan konstitusi Indonesia menjamin adanya persamaan hak dan kewajiban semua warga negara Indonesia di hadapan hukum dan pemerintahan," kata Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/4/2016).
2.      Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
            TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR Zulkifli Hasanmeminta pelaku pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP diBengkulu dihukum dengan seberat-beratnya. Sebab, perbuatan pemerkosaan dan pembunuhan itu sudah di luar batas kemanusiaan. "(Pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Bengkulu) itu adalah perbuatan biadab," kata Zulkifli Hasan kepada wartawan usai menyampaikan ceramah kebangsaan di Balai Citra Resmi Purwakarta, Kamis 5 Mei 2016.
            Belum lama ini terungkap kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap siswi SMP bernama Yuyun (berusia 14 tahun) yang dilakukan oleh 14 orang remaja. Jasad Yuyun ditemukan di jurang. Sebanyak 12 pelaku sudah tertangkap, dan dua orang lagi masih buron. Menanggapi kasus itu, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerkosaan dan pembunuhan itu sudah melanggar kemanusiaan (Perikemanusiaan yang adil dan beradab). "Oleh karena itu kita minta pelaku dihukum seberat-beratnya," ujar Zulkifli.
3.      Persatuan Indonesia
            TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Rangkaian kegiatan Safari Kebangsaan Merajut Kebhinnekaan bersamaKetua MPR RI Zulkifli Hasan, Rabu (4/5/2016) singgah di Setang Provinsi Banten. Kegiatan pertama yakni Dialog Kebangsaan dengan tema 'Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja' digelar di aula SMA Negeri 1 Ciruas, Serang Banten dengan dihadiri seluruh siswa dan siswi SMAN 1 Serang. Kepala sekolah SMAN 1 Ciruas, Muhammad Nadjih sangat mengapresiasi kedatanganKetua MPR RI pejabat tinggi negara sebuah lembaga terhormat dari pusat MPR RI untuk bertemu dan melakukan kegiatan bermanfaat kepada siswa-siswi SMAN 1 Ciruas.
            "Tema yang diangkat sangat bermanfaat yakni soal narkoba dan kenakalan remaja. Seorang pejabat tinggi negara pusat melakukan pemahaman soal narkona dan kenakalan remaja sangat kami apresiasi," katanya. Dalam kesempatan yang sama kepada para siswa, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasanmengingatkan agar generasi muda harus fokus belajar karena generasi muda adalah harapan bangsa penerus kepemimpinan bangsa. Jangan sampai kenal walaupun sedikit dengan namanya narkoba. "Narkoba akan mendekatkan pemakainya pada kesengsaraan dunia dan kesengsaraan akhirat. Tidak ada guna dan manfaat sama sekali memakai narkoba. Apa yang bisa diharapkan bangsa ini jika generasi mudanya terkena narkoba. Jadi saya tekankan jauhi narkoba, anak muda hebat tanpa narkoba, narkoba musuh kita bersama," tegasnya.
Ketua MPR juga mengingatkan akan bahaya narkoba di kalangan generasi muda. Saat ini pengguna narkoba diperkirakan mencapai 6 juta orang. Yang meninggal dunia per hari mencapai 40-50 orang yang mati sia-sia dan masuk neraka.
            Menurut Zulkifli, PBB dalam situs berita mengumumkan Indonesia menjadi negara nomor 1 di Asia untuk penyeludupan dan peredaran narkoba. "Oleh karena itu di seluruh instansi mulai dari Presiden menyatakan Indonesia masuk dalam kategori darurat narkoba," ujarnya. Zulkifli menegaskan Indonesia tak boleh kalah melawan narkoba dan meminta agar siswa-siswi SMA 1 Ciruas untuk tegas katakan tidak pada narkoba dan perangi penyalahgunaan narkoba. "Kalau kalah kita bisa kehilangan satu generasi atau mundur 200 tahun. Itulah bahayanya narkoba," ucapnya.
            Dalam kesempatan itu juga Ketua MPR tak lupa mengingatkan agar generasi muda pelajar tidak perlu takut soal masa depan. Semua diciptakan untuk menjadi pemenang tinggal usaha dan upayanya saja yang harus diperhatikan. Setelah reformasi, lanjut Ketua MPR, negara ini sangat terbuka memberi kesempatan kepada siapapun menjadi apapun misal menjadi walikota, bupati, gubernur, ketua mpr bahkan menjadi Presiden.
4.      Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyaawaratan dan Perwakilan
            Bandar Lampung (ANTARA News) - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mendukung pemilihan umum dilakukan melalui sistem proporsional terbuka, karena menurut dia itulah demokrasi sesungguhnya. Kendati begitu, Zulkifli yang juga Ketua Umum PAN sangat menghormati dan menghargai pihak-pihak yang mengusulkan agar sistem pemilu dilakukan dengan proporsional tertutup.  “Saya sangat menghormati dan sangat menghargai itu, tapi bagi saya tetap menginginkan sistem proporsional terbuka atau suara terbanyak. Kenapa? Sebab itulah demokrasi sesungguhnya, inti dari demokrasi," kata dia seusai menghadiri upacara pelantikan Bupati-Wakil Bupati dan Walikota-Wakil Walikota Provinsi Lampung, di aula kantor DPRD Lampung, Rabu.  Dia menilai, keinginan sistem proporsional mungkin karena pertimbangan ongkos politik yang semakinn makin mahal, persaingan tidak terkendali, jadi banyak yang mengusulkan agar sistem menjadi tertutup. Pesta demokrasi atau Pemilu tahun 2019 masih terhitung lama, namun berbagai wacana seputar sistem pemilu terbuka atau tertutup masih menjadi wacana hangat. Beberapa partai politik menyatakan dengan tegas dan mengusulkan agar sistem pemilihan umum dapat diubah dari proporsional terbuka ke proporsional tertutup (rakyat memilih partai bukan calon). Usul tersebut mendapat banyak respon baik yang postif dan negatif dari berbagai elemen masyarakat.
(http://www.antaranews.com/berita/545670/zulkifli-hasan-dukung-sistem-pemilu-tetap-proporsional-terbuka)
5.      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
VIVA.co.id – Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menegaskan bahwa LGBT mengancam kemanusiaan. Meski demikian penanganan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) tidak boleh dengan cara-cara kekerasan. "Kita hormati haknya, kita jaga, tapi kita larang penyebarannya," kata Zulkifli di gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin 15 Februari 2016.
            Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) tersebut menolak tegas dana yang dikucurkan United Nations Development Programme (UNDP), jika tujuannya dalam rangka pengembangan dan kemajuan LGBT di tanah air. Akan tetapi sebaliknya, jika dana Organisasi Pembangunan Dunia itu digunakan sebagai pembinaan para LGBT dirinya justru mendukung. "Kalau (Dana UNDP) untuk menyebarkan jelas kami tolak, karena kan LGBT menyimpang. Tapi kalau untuk membina tidak masalah," kata Zulkifli.
            Seperti diketahui, United Nations Development Programme (UNDP) mengucurkan dana delapan juta dolar AS atau sekitar Rp108 miliar bagi kemajuan kesejahteraan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di empat negara Tiongkok, Filipina dan Thailand serta Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar